theme ©

ain't no bipolar.

17 • alive & breath words

Listening to September by Earth, Wind & Fire

– Preview it on Path.

Listening to Stacy’s Mom by Fountains of Wayne

– Preview it on Path.

Listening to Centuries by Fall Out Boy

Ini bukan baong. Ini memanfaatkan waktu. with Ashifa and Faza at Nano (Kantin SMAN 5 Bandung) – Preview it on Path.

Listening to Pompeii by Bastille

And the walls kept tumbling down in the city that we looooooe. at Nano (Kantin SMAN 5 Bandung) – Preview it on Path.

Listening to Often by The Weeknd

Ini lagu apa ya Allah… sampul albumnya ya Allah… tapi da enakeun atuh eur… :/ at Edulab – Preview it on Path.

Jadi anak yang sudah hampir sebulan ‘sakit’ ini akhirnya masuk ke sekolah. Aku nggak tau definisi sekolah menurut dia ini apa karena dia tetep dateng sekolah terlambat.
Tapiiiii… anak ini langsung join di kursi belakang bareng cowok-cowok yang pegang instrumen dan dia punya suara yang helluva raaaad… aku ngefans sama anak ini

Ga ada yang bisa terlalu banyak dibagi

Sekarang sudah tanggal 17 dan aku belum ngelakuin apapun yang aneh dan belum ngepost sesuatu yang penting. Jadi aku mau nulis tentang Five Live Elysium sabtu kemarin aja.
Tanggal 13 September kemarin sekolahku ngadain pensi yang dikasih nama Five Live Elysium atau disingkat FLE. FLE itu temanya tentang urban living gitu jadi ada bumbu-bumbu modernitas gitu biarpun namanya Elysium yang sebenernya House of Heroes di Underworld.
Nggak yakin juga kenapa nama Elysium yang dipilih.
Acaranya rame banget tapi karena tanggal 13 itu bertepatan sama beberapa acara besar lain yang diselenggarakan di Bandung, jadilah sejajalaneun macet.
Untungnya aku dari pagi sudah stand by di lima karena harus latihan bareng CAV, kebetulan kita dipilih untuk jadi ekskul pembuka setelah Kang Emil ngasih sambutan setelah open gate.
Tapi sayangnya, kita ngga dapet free access. Setelah tampil kita tetep harus masuk lewat gerbang yang ditentukan pakai tiket yang kita beli sebelumnya.
Biarpun seneng banget hari itu, aku, alya, dan ocha diem dulu di gedung lama. Alesannya sih nunggu teduh, padahal kita masing-masing tau sebenernya nungguin apa/siapa.
Setelah ganti baju, makan siang, dan solat dzuhur, akhirnya kita mutusin untuk masuk ke festival sekarang. Karena semua akses terdekat ditutup, kami jadi harus memutar lewat tiga.
Dekorasi di gerbang masuk karya anak-anak RB keren banget. Kayak semacam volcano dengan batu-batu gitu. Dan ternyata ada lampu ultraviolet yang bikin pakaian dengan warna tertentu jadi glow in the dark.
Setelah masuk, kami sempet foto-foto dulu di booth yang disediakan bareng 2 pantomim yang bertugas, lol. Bolak-balik ke beberapa stand baru selanjutnya nonton Teh Inkus nyanyi beberapa lagu.
Setelah cukup lama diem di depan stage dan beberapa curi pandang sama bule ganteng yang belakangan diketahui anak SMA saingan (gatau studex gatau mutasi), aku akhirnya muter-muter lagi di stand mini games. Berharap bisa menemukan pujaan hati dari kelas seni rupa dan mendapat nihil.
Aku main Gladiator dan menang telak dari Rere dilanjut dua ronde kemenangan dari Arief sebelum pembantaian yang dia lakukan 5 ronde setelahnya.
Masih belum ada tanda-tanda dari si doi, aku kembali ke depan stage untuk nonton Two Triple-O disambung Pandai Besi.
Hampir petang waktu Lises kolaborasi dengan Padus. Mereka keren banget dan aku suka cerita yang mereka bawain meski deg-degan. Harusnya ada doi di sana. Tapi tetep nihil.
Kakiku pegel banget di tengah-tengah penampilan mereka dan akhirnya ikut duduk di bawah bareng anak-anak dokumentasi.
Farah Fairuz masuk ke adegannya. Anak ini luwes banget dan cantik banget dan aku suka banget. Aku punya beberapa foto dia di adegan ini.
Setelah kolaborasi ini selesai dan aku mulai berdiri. Di sana aku ngeliat dia.
Berdiri beberapa baris di belakang aku. Pandangan kita bertemu. 4 detik berharga serasa berhenti seumur hidup.
Oke itu klise tapi itu yang aku rasakan.
7 jam pencarian untuk 4 detik berharga dengan pujaan. Aku sungguh ingin terbang.
5 jam selanjutnya mengalir sampai Float dan Rio Febrian.
Semua penampilan keren banget dan bikin aku estatic.
Masih agak ngegantung juga perasaanlu karena cuma lihat pujaan sedikit padahal FLE ini tadinya mau dibuat jadi ajang PDKT sama pujaan.

Listening to Chandelier by Sia

Sekarang pelajaran apa with Faza at SMA Negeri 5 Bandung – Preview it on Path.

Listening to Habits (Stay High) by Tove Lo

with Faza at SMA Negeri 5 Bandung – Preview it on Path.